TUGAS: PRAKTEK XI TKJ2- PERTEMUAN 1
BUAT RANGKUMAN KERJAKAN DI
MS.WORD,MASUKKAN KE DALAM BLOG,TENTANG
IP Address
A.
Pengertian IP
Address
B. Sejarah IP Address
C. Format penulisan IP Address
D. Jenis-jenis IP Address
E. Pembagian kelas IP
Address
F. Address khusus
G. Aturan Dasar Pemilihan Network ID dan Host ID
H.
Contoh-contoh IP
Address kelas A,B,C(masing-masing 5).Dan tentukan mana Network ID dan Host ID?
Subnetting
A.
Pengertian
B. Alasan Melakukan Subnetting
C. Tujuan Subnetting
D. Fungsi Subnetting
E. Proses Subnetting
F. Mengenal Teknik Subnetting
G. Aturan-aturan Dalam Membuat Subnetting
H. Perhitungan Subnetting
JAWABAN
A. IP
Address adalah sebuah
alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari
4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti
192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.
B. Sejarah
Ip address :
Pada tahun 1969, lembaga penelitina
Departemen Pertahanan Amerika Serikat, DARPA (Defence Advance Research Projrct
Agency) mendanai sebuah penelitian untuk mengembangkan jaringan komunikasi data
antar computer. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aturan komunikasi
data antar computer yang bekerja secara transparan, melalui bermacam-macam
jaringan komunikasi data yang terhubung satu dengan yang lainnya dan tahan
terhapa berbagai macam gangguan (bencana alam, serangan nuklir,dll).
Pengembangan jaringan ini ternyata sukses dan melahirkan
ARPANET. Tahun 1982, ARPANET didemonstrasikan di depan peserta The First
International Conference on Computer Communication dengan menghubungkan 40
node. Pada tahun 1979 berdirilah USENET yang pada awalnya menghubungkan
Universitas Duke dan UNC. Grup yang pertama kali dibentuk dalam USENET adalah
Grup Net.
Ukuran
ARPANET sendiri semakin lama semakin membesar. Protocol komunikasi data yang
digunakan pada waktu itu, yaitu NCP (Network Communication Protocol), tidak
sanggup menampung node computer yang besar ini, DARPA kemudian mendanai
pembuatan protocol komunikasi yang lebih umum. Protocol ini dinamakan TCP/IP ,
DARPA menyatakan TCP/IP menjadi standar untuk jaringannya pada 1982. Protocol
ini kemudian diadopsi menjadi standar ARPANET pada tahun 1983. Perusahaan Bolt
Neranek Newman (BBN) membuat protocol TCP/IPberjalan di atas computer dengan
system operasi UNIX.
Pada tahun 1984, jumlah host di
internet melebihi 1000 buah. Pada tahun itu pula diperkenalkan Domain Name
System (DNS) yang mengganti fungsi table host. Tahun 1986, lembaga ilmu
pengetahuan nasional Amerika Serikat U.S. National Science Foundation (NSF)
mendanai pembuatan jaringan TCP/IP yang dinamai NSFNET. Jaringan ini digunakan
untuk menghubungkan lima pusat computer super dan memungkinkan terhubungnya
universitas-universitas di Amerika Serikat dengan kecepatan jaringan tulang
punggung sebesar 56 kbps. Jaringan inilah yang kemudian menjadi embrio
berkembangnya internet.
Pada tahun 1987 berdiri UUNET yang saat ini merupakan salah satu provider
utama internet. Tercatat pula pada tahun tersebut jumlah host melewati angka
10.000. setahun kemudian jaringan tulang punggung NSFNET ditingkatkan menjadi
T1(1,544 Mbps). Perkembangan internet menjadi semakin luas dan sampai
menjangkau Australia dan Selandia Baru pada tahun 1989. Dua tahun kemudian
aplikasi di internet bertambah dengan diciptakannya Wide Area Information
Servers (WAIS), gopher, dan World Wide Web (WWW). Pada tahun tersebut kecepatan
jaringan tulang punggung NSFNET ditingkatkan menjadi T3 (45 Mbps).
C.
Penulisan IP Address
Para desainer dari Internet Protocol mendefinisikan IP
Address sebagai nomor 32-bit dan sistem ini yang sering dikenal sebagai
Internet Protocol Version 4 (IPv4), serta masih digunakan sampai sekarang. IPv4
biasanya ditulis sebagai kelompok empat angka. Setiap nomor dapat mengambil
nilai dari 0 sampai 255.
Namun, karena pertumbuhan Internet dan penipisan prediksi alamat yang tersedia, versi baru dari IP yaitu Internet Protocol Version 4 6 (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat sehingga banyak IP Address yang dapat digunakan, dikembangkan pada tahun 1995. IPv6 adalah standar sebagai RFC 2460 pada tahun 1998, dan penyebaran yang telah berlangsung sejak pertengahan 2000-an. IPv6 ditulis sebagai kelompok delapan angka heksadesimal. Banyak alamat IPv6 mengandung banyak nol. Ada aturan khusus yang mengatakan bahwa dalam kasus-kasus tertentu, nol ini tidak perlu ditulis.
Namun, karena pertumbuhan Internet dan penipisan prediksi alamat yang tersedia, versi baru dari IP yaitu Internet Protocol Version 4 6 (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat sehingga banyak IP Address yang dapat digunakan, dikembangkan pada tahun 1995. IPv6 adalah standar sebagai RFC 2460 pada tahun 1998, dan penyebaran yang telah berlangsung sejak pertengahan 2000-an. IPv6 ditulis sebagai kelompok delapan angka heksadesimal. Banyak alamat IPv6 mengandung banyak nol. Ada aturan khusus yang mengatakan bahwa dalam kasus-kasus tertentu, nol ini tidak perlu ditulis.
Alamat IP biasanya
ditulis dan ditampilkan dalam notasi human-readable, di mana 8 bit
dikelompokkan menjadi satu oktet, seperti 172.16.254.1 (IPv4), dan 2001: db8:
0: 1234: 0: 567: 8: 1 (IPv6).
Format IP address
Bentuk Biner
IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut.
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Setiap simbol “x” dapat digantikan oleh angka 0 dan I, misalnya sebagai berikut :
10000100.1011100.1111001.00000001
IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address adalah sebagai berikut.
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Setiap simbol “x” dapat digantikan oleh angka 0 dan I, misalnya sebagai berikut :
10000100.1011100.1111001.00000001
D.
IP Address Public. ...
IP Address Private. ...
IP Address Dinamis
(Dynamic IP Address) ...
IP Address Statis. ...
IPv4 (IP Address Versi 4)
...
IPv6 (IP Address Versi 6) ..
E.
Kelas A
|
Format
|
0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n =
Net ID, h = Host ID)
|
|
Bit Pertama
|
0
|
|
Panjang Net ID
|
8 bit (1 oktet)
|
|
Panjang Host ID
|
24 bit (3 oktet)
|
|
Oktet pertama
|
0 - 127
|
|
Range IP address
|
1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0
dan 127 dicadangkan)
|
|
Jumlah Network
|
126
|
|
Jumlah IP address
|
16.777.214
|
IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6
Kelas B
|
Format
|
10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n =
Net ID, h = Host ID)
|
|
2 bit pertama
|
10
|
|
Panjang Net ID
|
16 bit (2 oktet)
|
|
Panjang Host ID
|
16 bit (2 oktet)
|
|
Oktet pertama
|
128 - 191
|
|
Range IP address
|
128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
|
|
Jumlah Network
|
16.384
|
|
Jumlah IP address
|
65.534
|
Biasa digunakan untuk jaringan besar dan
sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas
B dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C
|
Format
|
110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n =
Net ID, h = Host ID)
|
|
3 bit pertama
|
110
|
|
Panjang Net ID
|
24 bit (3 oktet)
|
|
Panjang Host ID
|
8 bit (1 oktet)
|
|
Oktet pertama
|
192 - 223
|
|
Range IP address
|
192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
|
|
Jumlah Network
|
2.097.152
|
|
Jumlah IP address
|
254
|
Host ID adalah 8 bit terakhi, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
Kelas D
|
Format
|
1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
|
|
4 Bit pertama
|
1110
|
|
Bit multicast
|
28 bit
|
|
Byte Inisial
|
224-247
|
|
Deskripsi
|
Kelas D adalah ruang alamat multicast
|
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
Kelas E
|
Format
|
1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
|
|
4 bit pertama
|
1111
|
|
Bit cadangan
|
28 bit
|
|
Byte inisial
|
248-255
|
|
Deskripsi
|
Kelas E adalah ruang alamat yang
dicadangkan untuk keperluan eksperimental
|
F. Address
Khusus
Multicast
addres
Kelas a,b,dan c adalah
address yang digunakan untuk komunikasi antar host, yang merupakan datagram –
datagram unicast. Artinya , datagram atau paket memiliki address tujuan berupa
satu host tertentu. Hanya host yang memiliki ip addres sama dengan destination
address pada datagram yang akan menerima datagram tersebut, sedangkan host lain
akan mengabaikannya. Jika datagram di tujuka untuk seluruh host pada suatu
jaringan , maka field address tujuan ini akan berisi alamat broadcast ke
jaringan yang bersangkutan
Dari dua mode
pengiriman ini (unicast dan broadcast) muncul pula mode ke-3. Diperlukan suatu
mode khusus jika suatu host ingin berkomunikasi dengan beberapa host sekaligus
(hostgrup), hanya mengirim satu datagram saja.
Namun berbeda dengan
mode broadcast,hanya host-host yang tergabung dalam suatu grup saja yang akan
menerima datagram ini, sedangkan host lain tidak akan terpengaruh. Oleh karena
itu dikenal konsep multicast. Pada konsep ini setiap grupyang menjalankan
aplikasi bersama mendapatkan satu multicast address berikut stuktur kelas
multicast address:
|
224-239
|
0-255
|
0-255
|
0-255
|
|
1110xxxx
|
Xxxxxxxx
|
Xxxxxxxx
|
Xxxxxxxx
|
Untuk keperluan
multicast, sejumlah ip address di lokasi sebagai multicast address. Jika
sruktur ip address menggikuti bentuk 1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
(bentuk decimal 224.0.0.0-239.255.255.255). maka ip ini address merupakan
multicast address. Alokasi ini ditunjukan untuk keperluan grup bukan untuk host
seperti kelas a,b,dan c. anggota grup adalah host-host yang ingin bergabung
dalam grup tersebut. Anggota ini juga tidak terbatas pada jaringan di satu
subnet, namun bias mencapai seluruh dunia, karena menyerupai suatu backbone,
maka jaringan multicast ini dikenal pun sebagai multicast backbone(MBONE)
Aturan Dasar Pemilihan
Natwork ID dan Host ID
Berikut adalah
aturan-aturan dasar dalam menentukan network id dan host id yang digunakan :
1. Network ID tidak boleh
sama dengan 127. network id 127 secara default digunakan sebagai alamat
lookback yakni IP address yang digunakan oleh suatu computer untuk menunjuk
dirinya sendiri .
2. Network ID dan host id
tidak boleh sama dengan 255. Network id /host id 255 akan diartikan sebagai
alamat broadcast. Id ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
3. Network id dan host id
tidak boleh sama dengan 0. Ip addres dengan 0 diartikan sebagai alamat network.
Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan host.
4. Host id harus unik
dalam suatu network tidak boleh ada 2 host yang memiliki host yang sama
G. Aturan Penulisan Network ID dan Host ID
Adapun untuk menetukan Network
ID dan Host ID tidak bisa dilakukan sembarangan, ada aturan tertentu yag harus
dipatuhi. Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan
host ID yang digunakan :
1. Network ID tidak boleh sama
dengan 127
Network ID 127 secara default
digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu
komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
2. Network ID dan host ID tidak
boleh sama dengan 255
Network ID atau host ID 255
akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili
seluruh jaringan.
3. Network ID dan host ID tidak
boleh sama dengan 0
IP address dengan host ID 0
diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu
jaringn bukan suatu host.
4. Host ID harus unik dalam
suatu network.
Dalam suatu network tidak boleh
ada dua host yang memiliki host ID yang sama.
H. Kelas A
1. 125.30.83.10
NetworkID:125
HostID:30.83.10
2. 25.20.5.31
NetworkID:25
HostID:20.5.31
3. 120.31.45.18
NetworkID:120
HostID:31.45.18
4.
100.28.31.2
NetworkID:100
HostID:28.31.2
5.
115.52.7.4
NetworkID:115
HostID:52.7.4
KELAS B:
1.
150.70.60.56
NetworkID:150.70
HostID:60.56
2. 190.50.20.35
NetworkID:190.50
HostID:20.35
3. 182.40.30.35
NetworkID:182.40
HostID:30.25
4. 170.35.50.45
NetworkID:170.35
HostID:50.45
5. 191.40.60.55
NetworkID:191.40
HostID:60.55
KELAS
C:
1. 192.168.1.1
NetworkID:192.168.1
HostID:1
2.
198.182.21.31
NetworkID:198.182.21
Host ID:31
3.
200.125.79.56
Network ID:200.152.79
Host ID:56
4.
203.122.90.82
NetworkID:233.122.90
Host ID:82
5.
221.150.8.6
NetworkID:221.150.8
Host ID:6
SUBNETTING:
A. Subnetting adalah
proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut
"subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk
jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu
router -router dalam jaringan multi).
Mengapa harus
melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan
subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
·
Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa
memaksimalkan penggunaan IP Address.
·
Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam
suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network
dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network
yang unik.
·
Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu
banyaknya host dalam suatu network.
B.
1.Mengurangi
efek broadcast
Broadcast berarti menyebarkan paket yang dikrimkan oleh salah satu host ke semua host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN. Dalam sebuah jaringan LAN (Local Area Network), ketika sebuah komputer mengirimkan kepada salah satu komputer pada jaringan yang sama, maka semua komputer pada jaringan LAN yang sama akan menerima pesan tersebut dan mengecek untuk memastikan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk dirinya atau tidak. Jika pesan tersebut bukan ditujukan untuk dirinya, maka pesan tersebut akan dibuang.
Broadcast berarti menyebarkan paket yang dikrimkan oleh salah satu host ke semua host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN. Dalam sebuah jaringan LAN (Local Area Network), ketika sebuah komputer mengirimkan kepada salah satu komputer pada jaringan yang sama, maka semua komputer pada jaringan LAN yang sama akan menerima pesan tersebut dan mengecek untuk memastikan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk dirinya atau tidak. Jika pesan tersebut bukan ditujukan untuk dirinya, maka pesan tersebut akan dibuang.
2. Penggunaan IP address menjadi efisien
Inilah tujuan lain dari metode subnetting yang dapat membuat penggunaan IP address menjadi lebih irit atau efisien. Dalam sebuah LAN, kita terbiasa menggunakan IP address kelas C yang memiliki jumlah host secara default 254. Namun kita tidak perlu menggunakan blok dengan jumlah blok sebanyak itu, karena dengan subnetting kita bisa membuatnya lebih kecil sesuai denngan jumlah host yang ada.
Inilah tujuan lain dari metode subnetting yang dapat membuat penggunaan IP address menjadi lebih irit atau efisien. Dalam sebuah LAN, kita terbiasa menggunakan IP address kelas C yang memiliki jumlah host secara default 254. Namun kita tidak perlu menggunakan blok dengan jumlah blok sebanyak itu, karena dengan subnetting kita bisa membuatnya lebih kecil sesuai denngan jumlah host yang ada.
3. Untuk pengamanan
Hal ini biasanya sering diterapkan untuk koneksi point-to-point, baik antara server dengan server maupun server dengan router. Demi keamanan, sangat dianjurkan menggunakan subnetting untuk menentukan range blok pada network address tersebut hanya terdiri atas 2 IP address saja. Dengan demikaian komputer atau perangkat jaringan terssebut tidak akan bisa terkoneksi dengan komputer lain karena IP address yang tersedia hanyalah 2 IP address saja.
Hal ini biasanya sering diterapkan untuk koneksi point-to-point, baik antara server dengan server maupun server dengan router. Demi keamanan, sangat dianjurkan menggunakan subnetting untuk menentukan range blok pada network address tersebut hanya terdiri atas 2 IP address saja. Dengan demikaian komputer atau perangkat jaringan terssebut tidak akan bisa terkoneksi dengan komputer lain karena IP address yang tersedia hanyalah 2 IP address saja.
C. Tujuan subnetting
Tujuan
dari subnetting yaitu sebagai berikut :
1.
Untuk mengefisienkan pengalamatan jaringan misalnya untuk jaringan
yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita ingin menggunakan kelas C saja
terdapat 254 - 10 = 244 alamat yang tidak terpakai.
2.
Dapat
membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan artikata membagi
suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
3.
Untuk
mengatasi masalah perbedaan antara hardware dengan topologi fisik jaringan.
4.
Untuk
membuat lebih efisien alokasi Ip address dalam sebuah jaringan supaya
bisa memaksimalkan penggunaan ip adderss.
5.
Untuk
meningkatkan keamanan dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyak
host dalam suatu jaringan.
6.
Untuk
mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang di gunakan dalam
suatu network.
D.
Fungsi Subnetting
·
Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang
menjauh.
·
Mengurangi
lalu lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan terjadi
collision (tabrakan data).
·
Kerja
jaringan yang lebih di optimalkan.
·
Membuat
pengelolaan jaringan jadi lebih sederhana.
Oke itu dia tadi pembahasan mengenai pengertian, tujuan, dan
fungsi dari subnetting semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat dan membantu
kalian bagi yang membacanya
E. Proses
Subnetting
Untuk
melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :
1.Menentukan
jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask.
2. Menentukan
jumlah host per subnet.
3.Menentukan
subnet yang valid.
4.Menentukan
alamat broadcast untuk tiap subnet.
5.Menentukan
host – host yang valid
untuk tiap subnet.
F.
Subnetting merupakan teknik memecah network
menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan
pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan
subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah
maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
G.
Terdapat aturan-aturan dalam membuat
Subnet Mask:
Angka minimal untuk network ID adalah 8
bit. Sehingga, oktet pertama dari subnet pasti 255.
1. Angka maksimal untuk
network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID,
untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit
untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak
akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah
host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan
semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda
menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID,
(host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu
sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum
network ID adalah 30 bit.
2. Karena network ID
selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin
digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah
kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 8 bit.
H. Cara menghitung IP
Address, Subnet mask dan Net ID
|
Subnet
|
0.0.0 1.0.0
|
254.0.0 255.0.0
|
|
Host
Pertama
|
0.0.1
1.0.1
|
254.0.1
255.0.1
|
|
Host
Terakhir
|
0.255.254
1.255.254
|
254.255.254
255.255.254
|
|
Broadcast
|
0.255.255
1.255.255
|
254.255.255
255.255.255
|
Komentar
Posting Komentar